Apa arti kepedulian itu?mungkin masih ada orang yang tidak mengerti apa itu kepedulian. Sungguh aneh ketika kita berbicara tentang kepedulian. Bahkan kepedulian yang sesungguhnya apabila dijabarkan akan membutuhkan waktu berhari – hari. Itu hanya mengenai kepedulian yang merupakan secuil ilmu yang diajarkan kepada kita oleh Allah SWT. Tidak ada ruginya bila kita belajar mengenai apa itu kepedulian. Yang kita perlukan adalah sebuah pena dan mulai menuliskan apa yang telah kita lakukan kepada orang lain.  Cobalah sekarang dan akan kita lihat berapa banyak hal yang telah engkau lakukan kepada orang lain. Jangan kaget bila ternyata tidak banyak hal yang telah anda lakukan kepada orang lain. Kepedulian bukanlah sifat asli manusia. Manusia mendapatkan sifat kepedulian karena telah mengalami hal dan peristiwa yang sama dengan keadaan orang lain. Sebagai contah, orang kaya yang peduli terhadap orang miskin adalah orang yang dulunya pernah merasakan apa itu miskin, apa itu rasanya bila tidak punya apa – apa.

Hal ini perlu kita pikirkan baik – baik. Jangan sampai kita mengacuhkan hal ini. Bayangkan bila tidak ada rasa kepedulian di muka bumi ini. Tidak ada orang yang akan merasakan rasa aman. Hanya rasa bermusuhan yang akan selalu menghantui. Apakah ini yang diinginkan oleh kita. Tentu tidak, oleh karena itu marilah sekarang kita mulai menumbuhkan rasa kepedulian. Jangan selalu mengurusi urusan sendiri. Pikirkanlah orang lain. Hidup hanya sementara cuy. Nggak akan ada manusia yang tidak membutuhkan orang lain. Ya nggak, orang kaya membutuhkan orang miskin untuk mengerjakan pekerjaan yang tidak bisa dia lakukan. Orang miskin pun perlu orang kaya agar mendapat pekerjaan dan uang untuk bekal hidup dan menyekolahkan anak – anaknya. Jangan pernah berkata aku hidup sendiri di dunia ini. Percayalah banya orang yang membutuhkan anda di luar sana. Dan anda pun juga membutuhkan mereka. So jangan pernah jadi orang egois, jadi sosialis tu lebih enak.

!SenG aJJ laGee(sebuah pemikiran)30 September 2010

Nama               : WISNU AJI PAMUNGKAS

NRP                : B04100026

LASKAR        : 30

Cerita 1

SAPA SING TEMEN BAKAL TINEMU

Kisah ini terjadi sewaktu aku masih sekolah di SMP N 5 SRAGEN. Aku adalah anak dari orang tua yang tinggal di desa. Aku memiliki perasaan kurang percaya diri, apalagi bila sekolah di sekolahan yang mayoritas anak kota dengan wawasan yang lebih dari pada anak desa seperti aku. Aku sulit beradaptasi di lingkungan sekolahku. Meskipun begitu aku mempunyai seorang Ayah yang selalu mendukungku di sampingku. Ayahku bernama Giyanto, beliau anak dari orang tua yang tidak mengenyam pendidikan. Meskipun begitu beliau tidak pantang menyerah. Beliau dulu adalah mahasiswa lulusan unsoed jurusan peternakan. Sekarang beliau berkerja di sebuah perusahaan peternakan ayam boiler(pedaging) di daerah Purwakarta, jawa barat.

Hal yang paling aku ingat adalah ketika beliau bercerita tentang kehidupan masa sekolahnya dulu. Sewaktu SMA beliau pergi sekolah dengan menggunakan sepeda yang menempuh jarak 13 km. Jaman dulu belum ada jalan aspal goreng seperti sekarang, adanya jalanan dari tanah yang berbatu dan becek setelah hujan turun. Meskipun dalam kondisi tersebut beliau tetap pergi sekolah. Pulang sekolah beliau langsung pergi ke sawah membantu orang tuanya. Dibandingkan keadaan yang sekarang yang lebih mudah daripada jaman dulu, ibaratnya semua sudah ada tinggal kita yang memanfaatkanya tetapi mengapa kita sering mengeluh terhadap keadaan yang kita terima. Ayahku pernah mengatakan sesuatu yang selama ini aku ingat terus. Kata – kata itu selalu bergema di hatiku, beliau berkata “le sing sopo wonge temen mesti bakal tinemu opo sing dikarepke” yang artinya siapapun orang yang tekun dan senang dalam melakukan sesuatu pasti akan menemukan apa yang diharapkanya di masa depan.

Hal itu yang membuatku selalu berjuang dan bertahan. Membuat semangatku berkobar dan mengalahkan rasa minderku sehingga aku sukses di SMP dan masuk ke SMA favorit di Sragen.GANBATTE KUDASAI…!!

Cerita 2

PRIHATIN BAWA KEBERUNTUNGAN HIDUP

Dari judul di atas pasti muncul pertanyaan apa hubunganya prihatin dengan keberuntungan hidup. Saya mempunyai sebuah kisah mengenai pernyataan di atas, berikut kisahnya :

Ayahku pernah bercerita tentang pentingnya prihatin dalam menjalani kehidupan agar kita selalu mendapat kemudahan dalam mencapai harapan kita. Saat itu aku belum percaya sepenuhnya karena aku belum mengalaminya sendiri. Tetapi saat ini aku percaya seratus persen bahwa apa yang dikatakan ayahku itu benar. Ayahku mencontohkan kepadaku untuk puasa senin kamis dan juga sholat malam. Sebelumnya aku belum tahu apa manfaat dari sholat malam dan puasa tersebut. Aku juga diberi tahu juga untuk berdoa agar diberi kemudahan dalam menjalani hidup dan perlindungan setelah sholat malam.

Kegiatan itu aku lakukan secara rutin saat aku sekolah di SMP. Aku tidak langsung bisa melakukan kegiatan tersebut. Pada awalnya setiap malam aku dibangunkan oleh ayahku agar bias sholat malam dan sahur. Memang pada awalnya aku sulit untuk bangun karena belum terbiasa tetapi lambat laun aku bias bangun dengan sendirinya tanpa harus dibangunkan oleh ayahku.

Entah mengapa setiap ada kesulitan di sekolah pasti bias terselesaikan. Mungkin ini keajaiban atau berkah aku tidak tahu. Saat itulah aku ingat apa yang dikatakan oleh ayahku. Orang yang mau prihatin akan lebih dekat dengan Allah SWT dan setiap kesulitan yang dialaminya pasti akan diberikan jalan keluar oleh-NYA.

Akhirnya aku lulus SMP dan masuk ke SMA favorit di kotaku. Kegiatan prihatin tersebut terus aku lakukan dan hasilnya aku masuk di perguruan tinggi impianku ini. Oleh karena itu marilah kita prihatin karena manfaat yang dapat kita ambil luar biasa sekali.

Search